Tuesday, March 5, 2019

partai politik

title

Organisasi manusia yg didalamnya terdapat

pembagian tugas dan petugas untuk

mencapai suatu tujuan, mempunyai ideologi,

mempunyai program politik, sebagai rencana

pelaksanaan atau cara pencapaian tujuan

secara lebih pragmatis menurut penahapan

jangka pendek sampai jangka panjang serta

mempunyai ciri berupa keinginan untuk

berkuasa

Tujuan Partai Politik

1. Berpartisipasi dlm sektor pemerintahan :

mendudukkan orang-orangnya menjadi

pejabat pemerintah shg dpt turut serta

mengambil atau menentukan keputusan

politik atau out put pada umumnya

Lanjutan…

2. Berusaha melakukan pengawasan, beroposisi,

thd perilaku, kebijakan, tindakan, para

pemegang otoritas pemerintahan

3. Berperan utk dpt memadu tuntutan-tuntutan yg

masih mentah, shg parpol bertindak sbg

penafsir kepentingan dg mencanangkan isyu-

isyu politik yg dpt dicerna dan diterima oleh

masyarakat secara luas

Peran Partai Politik

1. Mewakili warganegara dalam politik

2. Membentuk dan merekrut elit politik

3. Merumuskan tujuan kolektif bg

masyarakat

4. Mengartikulasikan dan mengagregasikan

berbagai kepentingan masyarakat

5. Sosialisasi (pendidikan) politik bagi warga

negara dan mobilisasi masyarakat agar

terlibat dalam politik

Sistem Kepartaian

Sistem kepartaian umumnya disebut

berdasarkan jumlah partai politik yang

ada di dalamnya :

 Sistem Satu Partai

 Sistem Dwi Partai

 Sistem Satu Partai Dominan (1,5 Partai)

 Sistem Multipartai

Sistem Satu Partai

 Di negara-negara sosialis : Mis. Partai Komunis Uni

Soviet (alm) mengendalikan dan mengarahkan semua

lembaga politik dan hampir semua segi kehidupan

masyarakatnya. Sarana utk menguasai negara,

masyarakat dan ekonomi dan utk menjamin bhw semua

organ yg di ‘bawah’ tunduk pada yg ‘atas’ adalah

dengan membentuk sistem nomenklatura , yaitu bhw

semua jabatan tertinggi diduduki oleh pejabat-pejabat

yg harus lulus “LITSUS” partai

 Di negara-negara yg baru merdeka : partai yg muncul

dari perjuangan kemerdekaan umumnya

mengandalkan seorang pemimpin kharismatik

Sistem Dwi Partai

 Tiga Kriteria

1. Walaupun ada sejumlah partai kecil, hanya dua partai

yg memperoleh dukungan suara dan kekuatan

parlemen yg cukup untuk berkuasa dan membentuk

pemerintahan

2. Partai yg memenangkan suara terbesar itu mampu

membentuk sendiri pemerintahan (umumnya

berdasarkan mayoritas dlm parlemen); sedangkan yg

lain bertindak sbg oposisi

3. Kekuasaan pemerintahan dipegang secara

bergantian diantara kedua partai; keduanya punya

peluang untuk memenangkan pemilu, sedangkan

oposisi berfungsi sbg ‘pemerintah yg sedang

menunggu giliran’

Sistem Satu Partai Dominan

(Satu Setengah Partai)


 Adabeberapa partai yg bersaing dalam

pemilu, tetapi hanya satu partai

mayoritas yg terus-menerus muncul

sebagai pemenang (LDP Jepang, Partai

Kongres India, Golkar Indonesia)

Sistem Multipartai

 Terjadi kompetisi lebih dari dua partai sehingga

mengurangi kemungkinan pemerintahan partai

tunggal dan meningkatkan kemungkinan

pemerintahan koalisi

 Keunggulan : menciptakan kondisi bagi ‘check and

balance’ di dalam pemerintahan dan mendorong

timbulnya debat, konsiliasi dan kompromi diantara

partai-partai. Proses pembentukan koalisi dan

dinamika upaya mempertahankan koalisi membuat

partai-partai yg berkuasa harus menjamin

akuntabilitas, dlm bentuk sikap tanggap terhadap

berbagai kepentingan yg berbeda

Lanjutan

 Kelemahan :

1. sulit membentuk koalisi kalau pemilu

tidak menghasilkan satu partai yg

cukup kuat utk membentuk

pemerintahan sendirian, maka akan

terjadi negosiasi, yg dapat

berlangsung lama sampai berminggu-

minggu atau bahkan berbulan-bulan

Lanjutan…

2. Pemerintahan koalisi yg terbentuk mungkin

gampang retak dan tidak stabil, karena masing-

masing anggota koalisi sibuk dengan

penyelesaian pertikaian, tidak punya cukup

waktu utk menangani pengelolaan

pemerintahan

3. Kecenderungan kearah moderasi dan

kompromi dpt berarti bhw sistem multi partai

justru akan didominasi oleh ‘politik centrist’ shg

tdk dpt memunculkan alternatif ideologi yg

jelas. Politik koalisi cenderung diwarnai oleh

negosiasi dan konsiliasi, demi menemukan

platform atatu pijakan yg sama; akibatnya

perpolitikan tdk didasarkan pd keyakinan dan

prinsip yg jelas

Lanjutan…

4. Hal tsb akan membuat partai

menanggalkan kebijakan dan prinsip yg

dianut demi mengejar kekuasaan,

cenderung memberi tempat istimewa

pada partai ‘centrist’ dan kepentingan

‘centrist’.

Partai dan Stabilitas Politik

• Stabilitas politik tergantung dari polarisasi

ideologi yg dianut partai-partai

• Multipartai + polarisasi ideologi yg tinggi

= instabilitas politik

• Multipartai + polarisasi ideologi yg rendah

= stabilitas politik



politik

No comments:

Post a Comment