title
Organisasi manusia yg didalamnya terdapat
pembagian tugas dan petugas untuk
mencapai suatu tujuan, mempunyai ideologi,
mempunyai program politik, sebagai rencana
pelaksanaan atau cara pencapaian tujuan
secara lebih pragmatis menurut penahapan
jangka pendek sampai jangka panjang serta
mempunyai ciri berupa keinginan untuk
berkuasa
Tujuan Partai Politik
1. Berpartisipasi dlm sektor pemerintahan :
mendudukkan orang-orangnya menjadi
pejabat pemerintah shg dpt turut serta
mengambil atau menentukan keputusan
politik atau out put pada umumnya
Lanjutan…
2. Berusaha melakukan pengawasan, beroposisi,
thd perilaku, kebijakan, tindakan, para
pemegang otoritas pemerintahan
3. Berperan utk dpt memadu tuntutan-tuntutan yg
masih mentah, shg parpol bertindak sbg
penafsir kepentingan dg mencanangkan isyu-
isyu politik yg dpt dicerna dan diterima oleh
masyarakat secara luas
Peran Partai Politik
1. Mewakili warganegara dalam politik
2. Membentuk dan merekrut elit politik
3. Merumuskan tujuan kolektif bg
masyarakat
4. Mengartikulasikan dan mengagregasikan
berbagai kepentingan masyarakat
5. Sosialisasi (pendidikan) politik bagi warga
negara dan mobilisasi masyarakat agar
terlibat dalam politik
Sistem Kepartaian
Sistem kepartaian umumnya disebut
berdasarkan jumlah partai politik yang
ada di dalamnya :
Sistem Satu Partai
Sistem Dwi Partai
Sistem Satu Partai Dominan (1,5 Partai)
Sistem Multipartai
Sistem Satu Partai
Di negara-negara sosialis : Mis. Partai Komunis Uni
Soviet (alm) mengendalikan dan mengarahkan semua
lembaga politik dan hampir semua segi kehidupan
masyarakatnya. Sarana utk menguasai negara,
masyarakat dan ekonomi dan utk menjamin bhw semua
organ yg di ‘bawah’ tunduk pada yg ‘atas’ adalah
dengan membentuk sistem nomenklatura , yaitu bhw
semua jabatan tertinggi diduduki oleh pejabat-pejabat
yg harus lulus “LITSUS” partai
Di negara-negara yg baru merdeka : partai yg muncul
dari perjuangan kemerdekaan umumnya
mengandalkan seorang pemimpin kharismatik
Sistem Dwi Partai
Tiga Kriteria
1. Walaupun ada sejumlah partai kecil, hanya dua partai
yg memperoleh dukungan suara dan kekuatan
parlemen yg cukup untuk berkuasa dan membentuk
pemerintahan
2. Partai yg memenangkan suara terbesar itu mampu
membentuk sendiri pemerintahan (umumnya
berdasarkan mayoritas dlm parlemen); sedangkan yg
lain bertindak sbg oposisi
3. Kekuasaan pemerintahan dipegang secara
bergantian diantara kedua partai; keduanya punya
peluang untuk memenangkan pemilu, sedangkan
oposisi berfungsi sbg ‘pemerintah yg sedang
menunggu giliran’
Sistem Satu Partai Dominan
(Satu Setengah Partai)
Adabeberapa partai yg bersaing dalam
pemilu, tetapi hanya satu partai
mayoritas yg terus-menerus muncul
sebagai pemenang (LDP Jepang, Partai
Kongres India, Golkar Indonesia)
Sistem Multipartai
Terjadi kompetisi lebih dari dua partai sehingga
mengurangi kemungkinan pemerintahan partai
tunggal dan meningkatkan kemungkinan
pemerintahan koalisi
Keunggulan : menciptakan kondisi bagi ‘check and
balance’ di dalam pemerintahan dan mendorong
timbulnya debat, konsiliasi dan kompromi diantara
partai-partai. Proses pembentukan koalisi dan
dinamika upaya mempertahankan koalisi membuat
partai-partai yg berkuasa harus menjamin
akuntabilitas, dlm bentuk sikap tanggap terhadap
berbagai kepentingan yg berbeda
Lanjutan
Kelemahan :
1. sulit membentuk koalisi kalau pemilu
tidak menghasilkan satu partai yg
cukup kuat utk membentuk
pemerintahan sendirian, maka akan
terjadi negosiasi, yg dapat
berlangsung lama sampai berminggu-
minggu atau bahkan berbulan-bulan
Lanjutan…
2. Pemerintahan koalisi yg terbentuk mungkin
gampang retak dan tidak stabil, karena masing-
masing anggota koalisi sibuk dengan
penyelesaian pertikaian, tidak punya cukup
waktu utk menangani pengelolaan
pemerintahan
3. Kecenderungan kearah moderasi dan
kompromi dpt berarti bhw sistem multi partai
justru akan didominasi oleh ‘politik centrist’ shg
tdk dpt memunculkan alternatif ideologi yg
jelas. Politik koalisi cenderung diwarnai oleh
negosiasi dan konsiliasi, demi menemukan
platform atatu pijakan yg sama; akibatnya
perpolitikan tdk didasarkan pd keyakinan dan
prinsip yg jelas
Lanjutan…
4. Hal tsb akan membuat partai
menanggalkan kebijakan dan prinsip yg
dianut demi mengejar kekuasaan,
cenderung memberi tempat istimewa
pada partai ‘centrist’ dan kepentingan
‘centrist’.
Partai dan Stabilitas Politik
• Stabilitas politik tergantung dari polarisasi
ideologi yg dianut partai-partai
• Multipartai + polarisasi ideologi yg tinggi
= instabilitas politik
• Multipartai + polarisasi ideologi yg rendah
= stabilitas politik
politik
No comments:
Post a Comment