Tuesday, March 5, 2019

Manfaat Olahraga Sepak Bola ~ Dionisius Raditya

title














Manfaat Olahraga Sepak Bola






Pada
zaman ini orang-orang kadang melupakan olahraga. Solusi olahraga yang
mudah, murah, dan simpel adalah sepakbola. Sepakbola adalah permainan
yang seru dan menegangkan yang meningkatkan adrenalin. Ternyata bermain
sepak bola tidak hanya sekedar hobi masyarakat awam yang mengidolakan
para bintang piala dunia, tetapi olahraga ini juga telah menjadi
sorotan para ilmuwan cerdas.


Sepakbola mungkin mempunyai manfaat kesehatan yang tidak ada dalam olahraga yang lain seperti berikut :



1. Membangun dan Memperkuat Otot. Bermain sepak bola dapat membantu
membangun dan memperkuat otot, khususnya otot kaki, paha, perut, dan
dada. Dan, membangun serta membentuk otot merupakan cara tepat untuk
meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan juga dapat membantu
meningkatkan kinerja atletik.

2. Menjadikan Anda Lincah & Fleksibel. Saat bermain bola, Anda
dituntut untuk bergerak ke sana ke mari dengan begitu cepat. Nah,
gerakan cepat saat bermain sepak bola itu akan membantu Anda menjadi
lebih lincah dan fleksibel. Kaki, dada, dan lengan akan menjadi lebih
fleksibel.

3. Mengontrol Berat Badan. Dapat dipastikan bahwa Antakkan pernah
menemui pemain atau seseorang yang hobi dan rutin bermain sepak bola
memiliki badan yang gemuk. Hal itu disebabkan karena jenis olahraga ini
dapat membantu mereka kehilangan sejumlah besar lemak di tubuh melalui
proses pembakaran kalori dan lemak. Karenanya, sepak bola tampaknya
bisa jadi pilihan bagi Anda yang bermasalah dengan berat badan.
4. Kebugaran Kardiovaskular dan Aerobik. Dalam sepak bola, seorang
pemain dituntut untuk terus berlari mengejar bola selama 90 menit. Dan,
berdasarkan riset ilmuwan dari University Kopenhagen yang
dipublikasikan dalam Scandinavian Journal of Medicine and Science in
Sports, ternyata hal itu sangat bermanfaat dalam meningkatkan kebugaran
kardiovaskular dan aerobik. Dalam kajiannya, Jens Bangsbo dan rekannya
sesame ilmuwan meminta seorang wanita yang sebelumnya tak pernah
bermain sepak bola untuk mencoba sepak bola dua kali seminggu selama
satu jam. Hasilnya, ditemukan bahwa ada perbaikan yang signifikan dalam
pengambilan oksigen maksimal, peningkatan kecepatan lari, dan daya
tahan.



Prof.Peter Krustrup dan Prof.Jens Bangsbo dari University of Copenhagen
memimpin proyek penelitian sepak bola skala besar yang beranggotakan
50 ilmuwan dari 7 negara. Para ilmuwan tersebut menganalisa manfaat
olahraga ini dalam aspek psikologi, sosiologi, dan kesehatan medis.
Proyek yang berjalan selama 3 tahun itu mencakup beberapa studi
pengembangan pada berbagai kelompok pria, wanita dan anak-anak. Mereka
juga membuat riset perbandingan dengan cabang olah raga lari.


Setelah melakukan observasi dampak fisik sepak bola pada para relawan
non atlit berusia antara 9 hingga 77 tahun, para ilmuwan sampai pada
kesimpulan bahwa sepak bola menghasilkan efek kesehatan dan kebugaran
dalam skala luas. Hasil dari riset ini dipublikasikan dalam Scandinavian
Journal of Medicine and Science in Sports dan diberi judul "Football
for Health". Riset ini terdiri dari 14 tulisan ilmiah dari proyek
penelitian sepak bola tahun 2010.


Menurut Peter Krustrup, pelatihan sepak bola yang dilakukan selama 2-3
jam per minggu itu terbukti telah meningkatkan ketahanan jantung, otot
tulang belakang dan metabolisme tubuh. Hasil ini merata pada semua
kelompok usia, jenis kelamin dan tingkat kemahiran bermain sepak bola.


Professor Jens Bangsbo menambahkan bahwa dampak positif ini dapat
bertahan dalam kurun waktu yang lama walaupun frekuensi bermain
dikurangi hingga satu jam perminggu. Olahraga yang seru ini juga
mengurangi resiko penyakit jantung dan patah tulang. Ia juga
merekomendasikan terapi pelatihan sepak bola pada penderita hipertensi.
Sepak bola terbukti sangat efektif untuk mengurangi resiko penyakit
dibandingkan dengan olahraga lari.


Kedua ilmuwan tersebut sepakat bahwa olahraga ini sangat baik dilakukan
oleh semua umur. Penelitian selanjutnya akan dikembangkan untuk
memahami apa yang menyebabkan sepak bola memiliki manfaat yang sangat
positif bagi kesehatan, termasuk seberapa baik sepak bola meningkatkan
kesehatan jantung anak-anak dan manfaat apa yang dapat di petik oleh
para penderita diabetes dan kanker dari olahraga sepak bola.



Secara umum olahraga sepak bola memang belum familiar dilakukan oleh wanita Indonesia.

Namun, siapa bilang olahraga ini hanya monopoli pria? Anda tentu setuju,
dengan maraknya informasi dan berita piala dunia yang diberitakan
lewat media pada akhirnya akan membuat kaum Hawa juga mencoba melirik
cabang olah raga ini. Dan sepak bola bagus untuk diet. Berdasarkan
perbandingan riset yang dilakukan pada kaum wanita dalam cabang olahraga
lari dan sepakbola, didapatkan perbedaan hasil yang jauh berbeda dalam
hal cara interaksi mereka. Para pelari lebih terfokus pada diri
sendiri , sementara pemain sepakbola melihat diri mereka sebagai bagian
dari tim. Bahkan, pada saat masa riset berakhir, banyak dari mereka
yang masih bermain sepakbola dan bergabung dengan tim sepak bola putri
di kota mereka. Sebaliknya tidak banyak relawan pelari yang masih
melanjutkan aktivitas mereka dalam klub olahraga lari setempat.

Menurut Prof. Laila Ottesen, hal yang paling penting adalah perbedaan
interaksi sosial dan kreativitas antar kedua kelompok olahraga tersebut.
Para pelari lebih terfokus pada pencapaian pribadi mereka untuk
menurunkan berat badan dan hidup lebih sehat sementara para pemain sepak
bola lebih berkomitmen pada aktivitas kelompoknya, kesenangan yang
diperoleh ketika bermain bersama dan belajar untuk tidak merendahkan
rekan satu timnya. Dengan bermain sepakbola, selain sebagai sarana
olahraga, anda juga dapat belajar kerja tim dan menambah banyak sahabat.


Kesimpulan :

Prof.Peter Krustrup dan Prof.Jens Bangsbo dari University of Copenhagen
memimpin proyek penelitian sepak bola skala besar yang beranggotakan 50
ilmuwan dari 7 negara. Setelah melakukan observasi dampak fisik sepak
bola pada para relawan non atlit berusia antara 9 hingga 77 tahun, para
ilmuwan sampai pada kesimpulan bahwa sepak bola menghasilkan efek
kesehatan dan kebugaran dalam skala luas. Menurut Peter Krustrup,
pelatihan sepak bola yang dilakukan selama 2-3 jam per minggu itu
terbukti telah meningkatkan ketahanan jantung, otot tulang belakang dan
metabolisme tubuh. Professor Jens Bangsbo menambahkan bahwa dampak
positif ini dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama walaupun
frekuensi bermain dikurangi hingga satu jam perminggu. Olahraga yang
seru ini juga mengurangi resiko penyakit jantung dan patah tulang. Ia
juga merekomendasikan terapi pelatihan sepak bola pada penderita
hipertensi. Berdasarkan perbandingan riset yang dilakukan pada kaum
wanita dalam cabang olahraga lari dan sepakbola, didapatkan perbedaan
hasil yang jauh berbeda dalam hal cara interaksi mereka. Dengan bermain
sepakbola, selain sebagai sarana olahraga, anda juga dapat belajar
kerja tim dan menambah banyak sahabat.




















Source

No comments:

Post a Comment